Select Language
Simple Search
Advanced Search
Title : Author(s) :
  • SEARCHING...
Publisher : Abstract/Note : Subject(s) :
  • SEARCHING...
ISBN/ISSN : GMD : Collection Type : Location :
Title Panduan Calon Legislatif Peremouan untuk Pemilu 2014
Edition
Call Number KAPAL 320.082. PER P
ISBN/ISSN 978-979-19089-6-2
Author(s) Aditya Perdana - Personal Name
Anna Margret Lumban Gaol - Personal Name
Subject(s) Perempuan dan Politik
Classification 320.082
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Pusat Kajian dan Perlindungan Anak
Publishing Year 2013
Publishing Place Jakarta
Collation 148 hlm; 20 cm
Abstract/Notes Memasuki Penyelenggaraan pemilihan umum yang ketiga di era reformasi ini, kebijakan alternatif untuk peningkatan jumlah perempuan di lembaga politik (partai politik dan lagislatif ) dapat dikatakan memasuki babak baru. Mengapa demikian? pada pemilu 2014 ini, pertama kali secara menyeluruh akan di terapkan sistem proporsional daftar terbuka dengan suara terbanyak untuk penentuan calon legislatif (caleg) terpilih. Hal tersebut sesuai dengan UU Pemilu terbaru yaitu nomor 8 tahun 2012 yang menggantikan UU Nomor 10 tahun 2008. walaupun pada pemilu 2009, dengan keputusan Mahkamah konstitusi, sudah di terapkan suara terbanyak namun ketentuan itu di putuskan hanya beberapa bulan menjelang pemungutan suara. Artinya, daftar calon terbanyak ini tentu berpengaruh terhadap kompetisi antercaleg didaerah pemilihan, termasuk dihadapi oleh caleg perempuan. Fenomena tersebut bertemu dengan konteks politik nasional dan perkembangan demokratisasi yang semakin terbuka dan juga pragmatis. Keadaan makin sulit ditingkat lokal persaingan berbasis etnis dan kelompok pun kiat menguat. Demokratisasi lokal dengan pemilihan langsung,disisi lain, juga berdampak pada suburnya politik identitas berbasis etnis dan kelompok, sementara kultur patriarki juga menguat tercermin dalam sikap dan perilaku pejabat publik, bahkan dalam peraturan daerah yang diskriminatif.Berbagai kondisi yang menyebabkan persaingan politik pada Pemilu 2014 menjadi sangat krusial dan (bisa) berdampak pada pencapaian keterwakilan perempuan di DPR memang meningkat, mencapai 103 orang atau 18 % dari total anggota di DPR.Secara sunstansi, anggota legislatif perempuan harus diakui masih sulit beperan secara maksimal dalam proses kebijakan.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous