Select Language
Simple Search
Advanced Search
Title : Author(s) :
  • SEARCHING...
Publisher : Abstract/Note : Subject(s) :
  • SEARCHING...
ISBN/ISSN : GMD : Collection Type : Location :
Title Sketsa Kesehatan Reproduksi Perempuan Desa
Edition
Call Number KAPAL Perempuan 613 HAW S
ISBN/ISSN 979-95923-2-1
Author(s) Roosna Hawat - Personal Name
Nina Hendarwatim - Personal Name
Wiji Suwarsih - Personal Name
Subject(s) Kesehatan Reproduksi
Kesehatan Perempuan
Classification 613
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Yayasan Pengembangan Pedesaaan bekerjasama dengan The Ford Foundation
Publishing Year 2001
Publishing Place Malang
Collation XXIV; 228 HLM; 21 CM
Abstract/Notes Salah satu hadis yang menarik untuk dikaji adalah h
adis tentang anjuran
menikahi wanita produktif. Mengapa dikatakan demiki
an? Hadis ini membicarakan
tentang anjuran yang ditujukan kepada laki-laki, ji
ka menikah hendaknya menikahi
wanita yang dapat melahirkan banyak anak. Keadaan y
ang demikian tentu
memberikan pertanyaan baru bagi pihak perempuan, ap
akah memang demikian?
Padahal subur tidaknya seorang wanita tidak ditentu
kan oleh manusia, tentu Allah
yang lebih berkehendak atas segalanya. Selain itu,
mengapa pihak laki-laki tidak
disyaratkan subur juga? Karena tidak bisa dipungkir
i bahwa kehadiran anak dalam
sebuah keluarga tidak bisa lepas dari kedua belah p
ihak, baik laki-laki maupun
perempuan harus sama-sama subur dan hal tersebut ju
ga terjadi atas Kehendak Allah
tentunya. Selain itu, jika melihat kembali kehidupa
n keluarga Rasulullah SAW, tentu
hal ini bertentangan dengan kenyataan yang dialamin
ya. Karena pada kenyataannya
beliau tetap menikahi wanita mandul, bahkan dari be
berapa orang istri beliau hanya
dua orang saja yang dapat melahirkan anak.
Dengan melihat latar belakang tersebut, penulis men
coba untuk meneliti
hadis-hadis yang berbicara tentang anjuran menikahi
wanita produktif ini. Bagaimana
sebenarnya hadis ini dimaknai? Lalu bagaimana pula
relevansi hadis tentang anjuran
menikahi wanita produktif ini jika dikaitkan dengan
konteks kekinian? Sehingga
dengan demikian dapat diperoleh makna yang tepat ag
ar tidak terjadi
kesalahpahaman yang dapat merugikan umat Islam umum
nya dan wanita khususnya.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous